Category

Dirjen GTK Supriono: Diorama Model Pembelajaran Kreatif dan Inovatif

Dirjen GTK Supriono: Diorama Model Pembelajaran Kreatif dan Inovatif

 

Sebanyak 186 sekolah model yang ada di kabupaten kota di Sumatera Barat adu kreativitas dan inovasi model pembelajaran, dengan media diorama.

Diorama adalah sejenis benda miniatur tiga dimensi untuk menggambarkan suatu pemandangan atau suatu adegan.

Guru-guru dari masing-masing perwakilan sekolah berlomba membuat model pembelajaran dengan media diorama semenarik mungkin, dan dengan penyampaian yang kreatif, menarik, inovatif, serta gampang dipahami oleh siswa.

Baca Juga

Unair Temukan Alat Deteksi Virus Corona, Hasilnya dalam Hitungan Jam
BKN: Lulus “Passing Grade” SKD, Pelamar CPNS Belum Tentu Lolos Melaju ke SKB
Mahasiswa Asal Sumbar yang Kuliah di China Sampai di Padang
Satu Sekolah di Pessel Terendam Banjir, Ratusan Pelajar Terpaksa Diliburkan
Empat Mahasiswa Minang di “Pusat Penyebaran Virus Corona” Wuhan

Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Dr. Ir. Moh. Sofian

Asmirza, M.Sc mengatakan, para guru membuat pola lain dalam mendidik anak dengan media diorama. Dibuatkan semenarik mungkin oleh guru dan diterangkan seperti bercerita, bagaiman model materi yang akan diajarkan pada siswa.

Dari masing-masing kabupaten kota dipilih empat masing-masing yang terbaik. Setelah ini dilakukan seleksi bersama, mereka diminta mendemonstrasikan membuat diorama yang baru, model pembelajaran yang baru, seperti yang mereka buat namun dengan tema yang baru.

“Kami ambil empat terbaik per kabupaten kota, dan dilombakan lagi di LPMP

Sumbar. Mereka mempresentasikan ke depan hasil karyanya, bagi karya terbaik diberikan reward dan hadiah-hadiah menarik lainnya. Sebelumnya per sekolah itu sudah diberikan dana untuk satu tahun dari lpmp sebanyak 20 juta,” jelas dia, Selasa, 17 Desember 2019 di Padang.

Sementara itu, Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Supriono, mengapresiasi iven Gebyar Penjaminan Mutu Pendidikan 2019 yang diselenggarakan LPMP Sumbar.

“Menurut saya ini bagus, ada model-model pembelajaran, karya-karya diorama

yang memang seharusnya dibuat sekreatif mungkin oleh sekolah-sekolah untuk mendukung proses pembelajaran, sehingga siswa bisa aktif,” katanya.

Dia menambahkan, kreativitas dalam membuat model dan media pembelajaran harus dikembangkan terus oleh guru, agar tercipta komunikasi dua arah antara guru dan siswa selama proses pembelajaran berlangsung.

 

Baca Juga :