Daftar Kebiasaan yang Merusak Mata

Mata adalah salah satu organ penting yang agak kompleks dan memiliki fungsi yang sangat krusial. Selanjutnya, mata adalah bagian dari tubuh yang memiliki daya tarik khusus bagi manusia, sehingga mata jarang dibandingkan dengan identitas seseorang.

Daftar kebiasaan yang merusak mata

Tapi tahukah Anda jika ada banyak mitos dan fakta tentang kebiasaan yang “dia” dapat merusak mata? Lihatlah ulasan berikut.

1. Benarkah konsumsi wortel seringkali baik untuk mata?

Ini fakta. Wortel memang buah-buahan yang mengandung banyak vitamin A dan telah terbukti meningkatkan kesehatan mata. Karena itu, makan wortel mungkin menemui sedikit vitamin A yang baik untuk mata Anda.

2. Benarkah menonton TV terlalu dekat dapat merusak mata Anda?

Ini adalah mitos Menonton TV dari dekat hanya akan membuat Anda sakit kepala dan mata lelah, membuka mata Anda. American Academy of Ophthalmology (AAO) menyatakan apakah anak-anak memiliki risiko lebih rendah merasa lelah daripada orang dewasa. Jadi, tidak jarang anak-anak menonton TV dengan cermat atau membaca buku terlalu dekat dengan mata mereka. Namun, menonton TV terlalu dekat bisa menjadi pertanda miopia.

3. Benarkah membaca dalam gelap dapat merusak penglihatan Anda?

Ini adalah mitos Demikian pula, menonton televisi terlalu dekat, membaca dalam gelap akan mengalami kelelahan mata atau sakit kepala. Tapi itu tidak mengurangi fungsi mata Anda.

4. Benarkah memakai kacamata atau lensa kontak membuat mata lebih berbahaya dan meyakinkan?

Ini adalah mitos. Mata Anda tidak akan lagi rusak oleh penggunaan lensa kontak atau kacamata, asalkan Anda menggunakan kedua instrumen ini sesuai dengan resep dokter Anda. Fungsi mata Anda mungkin melemah seiring waktu karena penuaan atau tanda-tanda penyakit.

5. Benarkah anak-anak dengan mata menyipit dapat diobati?

Ini fakta. Strabismus atau strabismus dapat diobati pada anak kecil. Inilah sebabnya mengapa penting untuk segera melakukan pemeriksaan mata dini untuk mendapatkan tindakan yang sesuai. Tes mata ini dapat dilakukan ketika anak masih kecil dan kemudian ketika anak berusia dua tahun.

6. Benarkah kita tidak bisa mencegah kebutaan?

Ini adalah mitos Ketika Anda mengalami gejala seperti penglihatan kabur, sakit mata, kerentanan terhadap cahaya atau mata berair, segera konsultasikan ke dokter. Jika terdeteksi dini dan berdasarkan penyebabnya, masih dalam perawatan atau setidaknya memperlambat kehilangan penglihatan.

7. Benarkah menggunakan tidur ringan di ruangan berisiko miopia?

Ini adalah mitos, sejauh ini pada dasarnya tidak ada cukup bukti untuk membuktikannya. Penggunaan lampu tidur di sebuah ruangan, terutama di kamar anak, sebenarnya dapat membantu mereka belajar untuk mengembangkan keterampilan koordinasi mata ketika mereka bangun.

8. Benarkah memandang sinar matahari dapat merusak mata Anda?

Ini fakta. Menyaksikan matahari tidak hanya menyebabkan sakit kepala dan kerusakan mata, tetapi juga dapat menyebabkan kerusakan retina permanen. Selain terkena sinar matahari juga dapat meningkatkan efek radiasi ultraviolet di mata Anda. Akibatnya mata akan mengalami gangguan seperti degenerasi makula, retinitis matahari dan distrofi kornea.

Waktu paling berbahaya untuk melihat matahari adalah ketika gerhana matahari terjadi. Matahari janji temu disembunyikan, tetapi sinar tersembunyi berbahaya karena dapat menyebabkan mata terbakar secara permanen.

9. Benarkah mengkonsumsi banyak pemanis buatan membuat mata Anda lebih sensitif terhadap cahaya?

Ini fakta. Jika Anda mengonsumsi pemanis buatan seperti siklamat, mata Anda akan lebih peka terhadap cahaya. Ada juga faktor lain yang akan membuat mata Anda lebih sensitif terhadap cahaya, terutama penggunaan antibiotik, kontrasepsi oral, obat tekanan darah tinggi, obat diuretik dan diabetes.

10. Benarkah pria cenderung buta warna dibandingkan dengan wanita?

Ini fakta. Diperkirakan 8% pria setuju bahwa mereka mengalami buta warna. Sementara hanya sekitar satu persen wanita mengaku memiliki buta warna.

Baca juga :