Cara Baca Huruf Hijaiyah

Huruf Hijaiyah – Bagi seorang muslim, jelas memahami dan mengetahui secara detail huruf hijaiyah, menjadi hal yang paling penting. Karena ketika Anda bisa memahami makhorijul dan cara mengucapkannya dengan benar, pasti membacanya juga akan terasa nyaman dan menyenangkan di telinga. Kebanyakan orang yang belajar membaca huruf hijaiyah, yang hanya fokus pada kelancaran dan tidak memperhatikan pertanyaan bagaimana cara mengucapkannya.

Cara Baca Huruf Hijaiyah

Ketika dalam proses pembelajaran awal ia terbiasa memahami makna dan cara membaca dengan benar, maka perlahan-lahan ia akan dimaksimalkan dalam mengucapkan pada saat yang sama sesuai dengan aturan yang berlaku. Inilah yang membuat belajar sangat mudah dan nyaman jika dilakukan dengan benar dan benar. Ketika Anda memahami pengetahuan, maka semua hambatan dan masalah belajar dapat diatasi.

Cara membaca huruf madd (panjang):

Huruf â, baca aa.
Huruf ì, baca ii.
Huruf û, baca uu.

FAKTA

Jumlah huruf dalam bahasa Arab asli adalah 29 huruf. Huruf Lâm Alif (لا) dan Tâ Marbûthoh (ة) – huruf n. 30 dan 31 pada tabel di atas dan diberi tanda bintang (*) – diklasifikasikan dalam salah satu dari 29. Misalnya, Lâm Alif, huruf-huruf ini dapat didekomposisi menjadi Lâm dan Alif. Sementara huruf Tâ Marbûthoh berubah menjadi huruf Hâ jika menyelaraskan roti (mati), dan dibaca sebagai huruf Tâ, jika itu selain roti.
Surat Zay (ز) – diberi tanda bintang (*) – adalah huruf “Arab” atau “hijaiyyah” yang memiliki tiga makhraj. Selain yang disebutkan dalam tabel di atas, huruf Zay juga dapat dibaca: (a) Zayy (زي); dan (b) Za ‘(زا). Informasi lebih lanjut dijelaskan secara tertulis tentang akting oleh al-Ust. al-Qari al-Hafizh Azra` i` Abdurrauf, Syekh al-Qurra ‘, juri MTQ internasional dari Medan (sebelumnya didirikan di Mekah selama sekitar 15 tahun) dan seperti yang dilaporkan dalam buku ath-Thariq ash-Shahih Li -Makharij al – Huruf.
Urutan huruf “Arab” pada tabel di atas mengacu pada urutan yang biasa digunakan dalam kamus Arab.
Ada perbedaan nama-nama huruf “Arab menurut ahli bahasa Arab (ahli nahwu atau nahwiyyin) dengan ahli qira’ah. Menurut ahli bahasa Arab, nama surat dibaca dengan menambahkan Alif Lâm di depannya dan di belakang huruf Hamzah misalnya, huruf Bâ (ب) disebut al-Ba’u, ditulis الباء, sehingga ketika membacanya berbunyi: Bâ ‘o Bâk Cara membaca ini bertentangan dengan aturan membaca yang digunakan oleh para ahli qira’ah, karena para ahli qira’ah merujuk pada bacaan Alquran pada huruf awal Al-Qur’an sebagai طه, حم, dll, yang tidak pernah diajarkan sima’i (mendengar langsung) bahwa surat-surat dibaca sebagai ‘Hâ’ (atau Thâk Hâk), Hâ ‘Mim (atau Hâk Mim), tetapi harus dibaca dari Thâ Hâ dan Hâ Mîm, maka nama-nama huruf selain dari huruf awal Alquran, misalnya huruf B (ب), dapat dibaca dengan cara yang sama seperti huruf awal Alquran, sehingga mereka anus dibaca tanpa melafalkan Hamzah Surat-surat pada akhirnya. Informasi tentang surat-surat “Orang Arab menurut aturan ahli qira’ah dapat dibaca dalam buku standar Alquran yang digunakan di Arab Saudi, berjudul Qaidah al-Makkiyah.
Transliterasi Arab (surat tertulis) dalam bahasa Latin sejauh ini tidak memiliki standar yang diterima secara universal, tergantung pada masing-masing negara atau bahkan setiap penerbit tulisan. Tabel transliterasi di atas mengacu pada apa yang tertulis dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kecuali huruf Hâ (Í), Shôd (ص), Dhôd (), Thô () Zhô () dan Hâ (ه).

Tanda baca dari huruf Hijaiyah
Huruf Hijaiyah
Huruf Hijaiyah
1. Tanda baca Fathah

Fathah tanda baca ini ditemukan di atas huruf hijaiyah dan pelafalannya membuka mulut dengan menghembuskan napas membaca setiap huruf hijaiya. Misalkan kita membaca huruf “nun” ketika dengan harokat fathah, jadi cara untuk membacanya adalah “na”. Dan ini berlaku untuk surat-surat lain, jadi sudah menjadi hal standar.
2. Tanda Baca

Untuk tanda baca berkat ini posisi ditemukan di bawah huruf hijaiyah. Apa bacaannya, misalnya huruf “nun”, maka ketika dengan harokat kasrah akan berkata “ni”. Dan pembacaan Harrahat Kasrah berlaku untuk semua surat Hijaiyah.
4. Tanda baca Dhammah

Posisi harokat dhammah ini berada di atas huruf hijaiyah. Tetapi yang membedakan fathah ini adalah bentuk dhammah yang seperti huruf “wawu”. Jika fathah lurus, sedangkan dhammah seperti huruf “wawu”. Dalam membacanya saat Anda mendapatkan huruf tambahan “u” pada setiap huruf.
5. Tanda Baca oleh Tanwin Fathah

Fatima Tanwin adalah bagian dari membaca surat hijaiyah. Ketika sebuah huruf ditemukan dengan kata fathah tanwin, itu akan menambahkan “n”. Misalkan ketika huruf “biarawati” dengan harokat fathah tanwin, maka ketika cau dibaca