Apakah Perlu Memberi Multivitamin Pada Balita Susah Makan ?

Kekhawatiran dari hampir semua orang tua adalah bahwa anak-anak mengalami kesulitan makan. Tidak jarang si anak cenderung pilih-pilih soal makanan, sekalipun ia hanya ingin makan hal yang sama. Kondisi ini sering menyebabkan pusing pada orang tua dan bertanya apakah kebutuhan nutrisi anak sudah terpenuhi atau belum. Dia juga terlintas dalam pikiran orang tua untuk memberikan suplemen tambahan atau multivitamin untuk anak kecil. Namun, apakah itu perlu? Apa keuntungan dan risiko pemberian multivitamin untuk anak-anak?

Mengapa anak-anak cenderung mengalami kesulitan makan?

Semuanya dimulai dengan konsep makanan yang kami sajikan kepada anak-anak, yaitu sejak usia 6 bulan. Pada fase awal pengenalan makanan, anak-anak dapat dibandingkan dengan selembar kertas kosong. Karakter makan bayi tergantung pada bagaimana kita membentuknya sebagai seorang anak.

Misalnya, jika Anda sering memberi makan anak Anda saat bermain atau diangkut, secara tidak langsung memperkenalkan konsep makan sambil bermain atau memegang. Kemungkinan besar kebiasaan itu akan terus memengaruhi dirinya sendiri hingga anak tersebut tumbuh dewasa.

Demikian pula, ketika kami hanya memperkenalkan bahan makanan individu untuk anak-anak, kami tidak membiarkan anak-anak tahu variasi dan rasa makanan apa yang ada. Akibatnya, anak-anak cenderung menolak atau memilih makanan tertentu.

Kondisi ini akan terasa dampaknya seiring bertambahnya usia. Anak-anak akan mengalami kesulitan menerima variasi dalam rasa makanan, sehingga mereka cenderung memilih hal yang sama.

Apakah penting memberikan suplemen atau multivitamin tambahan untuk anak kecil?
Pada dasarnya, suplemen atau multivitamin berguna untuk memenuhi kebutuhan yang mungkin tidak terpenuhi hanya dengan makanan.

Salah satu jenis mikronutrien terpenting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak adalah zat besi. Anak-anak yang cenderung mengalami kesulitan makan cenderung mengalami kekurangan zat besi. Efeknya, kemungkinan anak berpotensi terkena anemia defisiensi besi.

Kekurangan zat besi dapat menyebabkan perkembangan otak suboptimal dan fungsi kognitif tidak optimal. Lebih lanjut, karena ini, memori dan sistem kekebalan anak dapat dihancurkan.

Jadi, menurut saya, Anda harus memberi anak suplemen zat besi untuk mencegah risiko anemia defisiensi besi. Apalagi jika anak mengalami kesulitan makan.

Sementara itu, tidak diperlukan multivitamin lain. Selama Anda bisa memberi anak Anda asupan makanan kaya nutrisi.

Jadi bagaimana Anda merangsang nafsu makan anak-anak tanpa menerima suplemen atau multivitamin?

Jika Anda khawatir apakah anak Anda makan cukup atau tidak, pastikan untuk menanamkan konsep makan yang benar sejak awal. Bahkan, Anda harus melakukannya sejak fase awal pengenalan makanan, ketika anak berusia 6 bulan.

Mulailah dengan makanan yang Anda sukai. Anda juga bisa mulai dengan porsi yang tidak terlalu banyak. Selalu berikan pujian atau penghargaan kepada anak Anda, meskipun hanya bisa memakan 1 atau 3 suap.

Juga, pastikan Anda menciptakan suasana yang menyenangkan saat makan. Anda bisa menjadi kreatif dengan membuat pameran makanan yang menarik untuk anak Anda, atau membuat keributan saat memberinya makan.

Jika anak Anda masih kesulitan makan, jangan memarahi atau memaksanya. Tidak perlu memaksa anak untuk menghargai semua jenis makanan.

Sebagai orang tua, Anda juga perlu memahami bahwa setiap anak harus memiliki proses mengenali makanan dan selera yang berbeda.

Kiat untuk memberikan suplemen atau multivitamin untuk balita
Jika Anda memutuskan untuk terus memberikan suplemen atau multivitamin untuk bayi favorit Anda, berikut adalah beberapa hal yang harus Anda perhatikan.

Hal utama adalah memastikan bahwa multivitamin yang Anda pilih dapat melengkapi kebutuhan gizi mikro anak Anda, terutama zat besi.

Untuk zat besi multivitamin, Anda bisa memberinya mulai 4-6 bulan. Bahkan, dalam beberapa kasus, anak berusia 1 bulan yang dilahirkan prematur atau memiliki berat badan lahir rendah dapat diberikan suplemen zat besi, tergantung pada rekomendasi dokter.

Lebih lanjut, semua multivitamin, baik dalam bentuk sirup maupun drop, umumnya memiliki kandungan yang sama. Pilihan rasa tidak menjadi masalah karena rata-rata multivitamin diberikan rasa yang bisa ditoleransi semua anak.

Baca juga :